Mengenal Penyakit Sipilis (Raja Singa)

“Dikutip dari wikipedia, alodokter.com”

Sipilis (Raja Singa) diyakini telah menginfeksi 12 juta orang pada 1999, dengan lebih dari 90% kasus terjadi di negara berkembang. Penyakit ini memengaruhi 700.000 hingga 1,6 juta kehamilan setiap tahunnya yang mengakibatkan aborsi mendadak, kematian janin dalam kandungan, dan sipilis kongenital. Pada Afrika sub-Sahara, sipilis berkontribusi pada kira-kira 20% dari kematian perinatal. Angkanya rata-rata lebih tinggi pada pengguna narkoba suntik, mereka yang terinfeksi HIV, dan laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki. Di Amerika Serikat, angka sipilis sejak 2007 enam kali lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan, dan hampir sama pada 1997. Hampir setengah dari kasus pada 2010 terdiri dari Warga Amerika keturunan Afrika.

Sipilis banyak terjadi di Eropa selama abad ke-18 hingga abad ke-19. Di negara maju selama abad ke-20, infeksinya menurun secara cepat dengan semakin menyebarnya penggunaan antibiotik, hingga 1980an dan 1990an. Sejak tahun 2000, angka sipilis meningkat di AS, Kanada, Inggris, Australia dan Eropa, terutama di antara laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki. Namun, angka sipilis di antara perempuan Amerika, tetap stabil selama periode ini, dan angka di antara perempuan Inggris meningkat, namun masih di bawah angka kasus pada laki-laki. Angka yang meningkat di antara heteroseksual terjadi di Cina dan Rusia sejak 1990an. Ini dikaitkan dengan praktik seks yang tidak aman, seperti bergonta-ganti pasangan seks, prostitusi, dan menurunnya penggunaan proteksi.

Jika tidak diobati, angka mortalitas mencapai 8% hingga 58%, dengan angka kematian lebih tinggi ada laki-laki. Keparahan gejala sipilis berkurang selama abag ke-19 dan 20, sebagian karena semakin banyaknya ketersediaan pengobatan efektif dan karena penurunan virulens dari spirochaete. Dengan pengobatan dini, komplikasi lebih sedikit. Sipilis meningkatkan risiko penularan HIV dua hingga lima kali, dan infeksi lainnya juga banyak terjadi (30–60% jumlahnya di pusat kota).

Penyakit Sipilis

PENGERTIAN PENYAKIT SIPILIS

Sipilis atau raja singa adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. sipilis adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS). Umumnya, infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Selain melalui hubungan intim, bakteri penyebab sipilis juga bisa menyebar melalui pajanan cairan tubuh penderitanya, misalnya melalui darah.

Pada umumnya, kontak langsung terjadi melalui hubungan seksual. Hubungan seksual ini bisa berbentuk seks vaginal, anal, maupun oral. Selain itu, berbagi jarum juga bisa menularkan infeksi penyakit ini, baik pada pengguna narkoba suntik maupun pada penyuka seni merajah tubuh, misalnya tato dan menindik telinga.

Penularan sipilis juga bisa terjadi dari seorang wanita hamil kepada bayi yang dikandungnya. Kondisi ini dikenal sebagai sipilis kongenital. Kematian bayi di dalam kandungan bisa terjadi karena infeksi ini.

Gejala pertama sipilis muncul sekitar tiga minggu setelah bakteri memasuki tubuh. Infeksi sipilis terbagi menjadi empat tahapan utama, antara lain:

Sipilis Primer

Penderita sipilis mengalami gejala yang dimulai dengan lesi atau luka pada alat kelamin atau di dalam dan di sekitar mulut. Luka yang terjadi berbentuk seperti gigitan serangga tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Pada tahap ini, jika orang yang terinfeksi berhubungan seksual dengan orang lain, penularan sangat mudah terjadi. Luka ini bertahan selama 1-2 bulan. Pada akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa meninggalkan bekas.

Sipilis Sekunder

Penderita sipilis sekunder akan mengalami ruam merah serukuran koin kecil dan biasanya ruam ini muncul pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam, nafsu makan menurun, radang tenggorokan dan kutil kelamin. Fase ini bisa bertahan selama satu hingga tiga bulan.

Sipilis Laten

Setelah fase sipilis sekunder, sipilis seakan-akan menghilang dan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Masa laten ini bisa bertahan sekitar dua tahun sebelum kemudian lanjut ke masa yang paling berbahaya dalam infeksi sipilis yaitu sipilis tersier.

Sipilis Tersier

Jika infeksi tidak terobati, sipilis akan berkembang ke tahapan akhir, yaitu sipilis tersier. Pada tahap ini, infeksi bisa memberi efek yang serius pada tubuh. Beberapa akibat dari infeksi pada tahapan ini adalah kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah pendengaran, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak ditangani.

Sipilis paling mudah menular pada fase sipilis primer dan sekunder. Jika Anda merasa terinfeksi sipilis, segera periksakan diri ke dokter atau klinik spesialis penyakit kelamin untuk memastikan diagnosis terhadap sipilis. Makin cepat sipilis diobati, makin kecil kemungkinan sipilis berkembang menjadi penyakit yang serius.

PENGOBATAN PENYAKIT SIPILIS

Pengobatan sipilis sangat mudah dilakukan. Pengobatan umumnya adalah dengan menggunakan antibiotik berupa suntikan penisilin. Jika tidak diobati, sipilis bisa menjadi penyakit yang berbahaya dan bisa berujung kepada kematian.

Penderita sipilis yang sedang dalam masa pengobatan harus menghindari hubungan seksual hingga infeksi dipastikan sudah sembuh total.

Info pengobatan : obatsipilisgangjieghosiah.com