Kategori
Penyakit Sipilis

Sejarah Penyakit Sipilis

Sejarah Penyakit Sipilis – Di zaman yang modern ini banyak sekali orang-orang yang mengalami penyakit menular seksual sipilis, tidaklah heran karena dari sisi pergaulan orang tersebut pun sudah salah, mereka yang aktif dalam pergaulan bebas seksual cepat atau lambat akan mengalami penyakit menular seksual entah itu sipilis, kencing nanah ataupun HIV, penyakit ini sangatlah berbahaya karena yang diserang adalah sistim kekebalan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit lainnya meskipun lebih ringan.

Penyakit Sipilis sebenarnya sudah ada sejak dahulu dan di postingan kali ini saya akan membahas sejarah atau asal mula penyakit sipilis, Sipilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spiroset Treponema pallidum sub-spesies pallidum. Rute utama penularannya melalui kontak seksual; infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat kelahiran, yang menyebabkan terjadinya Sipilis kongenital.

PENYEBAB PENYAKIT SIPILIS

Penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual hampir sama penyebarannya dengan virus HIV (virus ADIS) yang ditularkan ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan lesi sipilis (lesi berupa luka, koreng atau benjolan biasanya pada penis, vagina, dubur atau mulut), ketika ibu hamil sangant rentan menularkan ke janin. Ada beberapa macam cara penularan yang menyebabkan menularnya Penyakit Sipilis antara lain :

  1. kontak langsung dengan penderita jika seseorang mempunyai luka
  2. Berciuman (dengan pertukaran air liur)
  3. Hubungan seksual berupa anal, oral atau vagina
  4. Berbagi alat bantu seks
  5. Penularan dari ibu ke bayi selama kehamilan atu melahirkan
  6. Berbagi jarum atau peralatan lainnya untuk penggunaan narkoba

Meskipun banyak peneliti mempelajari Sifilis dari sudut pandang sejarah, politik, paleopatologi dan kimia melekuler, namun asal sifilis masih menjadi sebuah misteri, hanya saja ada beberapa pendapat dari beberapa ilmuan seperti :

Hipotesis utama mengenai asal mula sifilis muncul pada periode ketika Christopher Columbus melakukan perjalanan ke Dunia Baru. Menurut, teori ‘Columbian’, kru Columbus membawa penyakit tersebut dari Amerika ke Eropa ketika mereka kembali pulang pada 1492. Tidak lama kemudian, epidemi sifilis yang pertama kali tercatat terjadi, Namun kritik terhadap teori tersebut justru mengklaim Sifilis kemungkinan telah ada di Eropa sebelum Columbus kembali. Penyakit ini juga kemungkinan belum bisa dibedakan dari penyakit lain, seperti lepra hingga 1495.

Penyakit menular seksual yang bisa merusak jantung, otak, mata dan tulang ini bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak diobati dengan benar. Pertama kali muncul dalam catatan sejarah seorang pria bernama Joseph Grünpeck pada 1496. Namun istilah Sifilis pertama kali digunakan oleh seorang dokter dan penyair Italia, Girolamo Fracastoro. Dia pertama menggunakan istilah itu pada 1530 di sebuah puisi Latin, Peneliti Ismael Maatouk dan Roy Moutran dalam Journal of Sexual Medicine yang diterbitkan pada 25 Oktober mengatakan Fracastoro menulis “penyakit vulgar ini lahir di barat laut Atlantik, menjangkiti mereka yang tidak bahagia”.

Mengapa penyakit ini disebut sifilis ?

Hal ini disebabkan karena adanya suatu sajak yang ditulis pada tahun 1530. Pengarangnya bernama FRACASTORO seorang dokter yang juga seorang ahli sajak yang hidup di Verona, Italia. Dia telah menerbitkan suatu sajak yang diberi nama Sifilis, yang menceritakan pengembalaan babi yang bernama Sifilis yang mendapat amarah dari Dewa Apollo, Sehingga dewa tersebut menjatuhkan hukuman berupa suatu penyakit yang sangat dahsyat sebagai hukumannya. Tanda-tanda mengenai penyakit yang terdapat pada sajak tersebut dilukiskan sangat mirip dengan tanda-tanda penyakit baru yang saat ini sedang melanda negara Itali. Akibat tersebar luasnya di masyarakat, maka nama sifilis lalu diterapkan begitu saja pada penyakit baru tersebut dan nama tersebut tetap digunakan hingga sekarang.

Untuk mengetaui gejala beserta foto-fotonya silahkan kunjungi >> Foto Penyakit Sipilis Di awal Dan Akhir Gejala