Fakta di Balik Mitos Keliru seputar Minuman Beralkohol

Saat ditanya mengenai minuman beralkohol, hal apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda? Apakah minuman yang bisa merusak tubuh, atau justru memberikan manfaat asalkan dikonsumsi dengan tepat?

Memang, informasi simpang siur mengenai minuman beralkohol dapat ditemukan di mana-mana. Beberapa informasi tersebut terbukti hanya mitos belaka, namun tidak sedikit pula orang yang menganggapnya sebagai fakta.

Nah, agar Anda tidak terjerat mitos-mitos yang menyesatkan dan mungkin membahayakan kesehatan, lebih baik kenali fakta sebenarnya di balik beberapa anggapan seputar minuman beralkohol di bawah ini.

Mitos Keliru Tentang Minuman Beralkohol

Di bawah ini adalah beberapa mitos alkohol beserta fakta medis yang sebenarnya menurut penjelasan dr. Devia Irine Putri:

  1. Minuman Beralkohol Bisa Bikin Tidur Nyenyak

Mitos:

Minuman beralkohol memang bisa membuat orang yang mengonsumsinya mengantuk dan tidur lebih cepat. Akan tetapi, manfaat ini hanya dirasakan di awal saja.

“Kualitas tidur orang yang minum alkohol malah tidak baik. Mereka akan sering terbangun di tengah-tengah tidur, mengeluh sakit kepala dan pusing, sehingga pada akhirnya justru mengalami gangguan tidur,” ujar dr. Devia.

  1. Muntah Setelah Minum Alkohol Dapat Cegah Mabuk

Mitos:

Banyak yang beranggapan, muntah setelah mengosumsi minuman beralkohol dapat mengurangi efek samping yang ditimbulkannya.

Menurut dr. Devia, hal itu mungkin saja lantaran dapat mengurangi jumlah alkohol yang terserap tubuh.

“Akan tetapi, muntah setelah mengonsumsi minuman beralkohol tetap bisa menimbulkan efek samping lainnya. Misalnya, badan lemas dan sakit kepala,” tutur dr. Devia.

“Muntah setelah mengonsumsi alkohol juga bisa terjadi karena jenis minuman tersebut dapat mengiritasi lambung. Akibatnya, asam lambung meningkat dan membuat keluhan muntah, begah, dan rasa tidak nyaman di perut,” sambungnya.

  1. Minum Alkohol Bisa Bantu Atasi Nyeri Kronis

Mitos:

Minuman beralkohol memang bisa bantu mengatasi nyeri di tubuh, namun hanya bersifat sementara.

Ini karena senyawa yang ada di dalam jenis minuman tersebut mengandung analgesik.

“Meski begitu, konsumsi alkohol secara terus-menerus bisa menyebabkan ketergantungan dan/atau penyalahgunaan sehingga malah menyebabkan efek samping yang justru merugikan kesehatan tubuh,” ungkap dr. Devia.

  1. Minum Kopi Setelah Alkohol Bisa Atasi Rasa Mabuk

Mitos:

Berdasarkan penuturan dr. Devia, cara kerja alkohol dan kopi benar-benar berbeda.

Jika Anda minum kopi, maka kandungan kafein di dalamnya akan menutup efek alkohol sehingga bisa memicu rasa semangat dan mengurangi rasa mabuk.

“Walau begitu, minum kopi setelah alkohol sangat tidak dianjurkan. Ini karena hal tersebut bisa menyebabkan efek samping yang lebih buruk, seperti muntah-muntah dan nyeri perut hebat,” tegas dr. Devia.

  1. Minuman Beralkohol Bisa Bermanfaat Jika Hanya Dikonsumsi Sedikit

Fakta:

Seperti telah diungkap sebelumnya, minuman beralkohol dapat memberikan efek analgesik. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit, alkohol dapat membantu mengurangi rasa nyeri di tubuh.

“Alkohol jenis wine juga bisa bantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar,” kata dr. Devia.

  1. Minum Alkohol Pasti Akan Bikin Perut Buncit

Fakta:

Semua jenis minuman beralkohol memiliki kadar kalori yang tinggi. Apabila dikonsumsi secara terus-menerus atau dalam jumlah berlebihan, kalori akan semakin menumpuk di tubuh dan diubah menjadi lemak.

“Oleh sebab itu, wajar jika sering mengonsumsi minuman beralkohol dapat membuat berat badan naik. Lemak paling sering menumpuk di bagian perut dan menyebabkan buncit,” pungkas dr. Devia.

Fakta Minuman Beralkohol yang Diakui Medis

Ada anggapan yang hanya mitos, ada juga yang benar-benar fakta dan diakui secara medis. Berikut ini adalah beberapa fakta yang dimaksud.

  • Alkohol dapat menyebabkan sirosis hati atau gagal hati.
  • Alkohol bisa memicu terjadinya dehidrasi pada tubuh, karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Apabila terus-menerus terjadi, kondisi ini juga bisa menyebabkan terjadinya kerusakan ginjal.
  • Konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan kerusakan di otak. Selain itu, beberapa senyawa di dalam jenis minuman tersebut juga dapat menyebabkan perubahan mood, perilaku, dan penurunan daya ingat.

Baca Juga: Bahaya Alkohol Lebih Besar Daripada Manfaatnya

Mulai saat ini, pastikan untuk menyikapi segala informasi yang didapatkan dengan lebih bijak lagi. Jangan buru-buru terpancing anggapan yang belum tentu benar, termasuk mengenai mitos alkohol.